Tuesday, March 26, 2019

Radang adalah respon biologis yang kompleks


Radang adalah respon biologis yang kompleks dari sebuah jaringan vaskuler atas adanya bahaya seperti patogen, sell mati dan senyawa penyebab iritasi.


Bakteri adalah salah satu penyebab radang.
Foto by https://pixabay.com/users/skeeze-272447/

Fungsi dari radang adalah sebagai usaha perlindungan diri pada tubuh manusia untuk menghilangkan rangsangan penyebab luka dan inisiasi proses penyembuhan suatu jaringan. Jika tidak terjadi proses peradangan, maka luka dan infeksi tidak akan sembuh dan akan mengalami kerusakan yang lebih parah. Namun, peradangan yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan penyakit, seperti demam, atherosclerosis, dan reumathoid arthritis.

Respon peradangan dapat dikenali dari rasa sakit, kulit lebam, dan demam yang disebabkan karena terjadi perubahan pada pembuluh darah di area infeksi, pembesaran diameter pembuluh darah, disertai peningkatan aliran darah di daerah infeksi. Hal ini dapat menyebabkan kulit tampak lebam kemerahan dan penurunan tekanan darah terutama pada pembuluh kecil.

Peradangan akut adalah respon awal tubuh oleh benda berbahaya dan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya pergerakkan plasma dan leukosit dari darah ke jaringan luka. Sedangkan peradangan kronis merupakan peradangan yang berkepanjangan, memicu peningkatan pergantian tipe sel yang ada pada tempat  peradangan dan dicirikan dengan kerusakkan dan penutupan jaringan dari proses peradangan.


Proses peradangan yang tidak terkontrol, dibutuhkan adanya obat yang dapat digunakan untuk mengontrol proses peradangan tersebut agar tidak menimbulkan rasa sakit yang berlebihan. Obat tersebut dinamakan obat anti-inflamasi. Apakah obat anti-inflamasi itu? Obat anti-inflamasi adalah obat yang dapat menghilangkan adanya radang yang disebabkan bukan karena mikroorganisme (non infeksi), namun dikarenakan timbul sebagai respon cedera pada jaringan dan infeksi. anti-inflamasi mempunyai khasiat tambahan seperti meredakan rasa nyeri (Analgesik), dan penurun panas (Antipiretik).

Obat anti-inflamasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS atau Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs)) dan obat anti-inflamasi steroid. NSAID memiliki fungsi yang sama dengan steroid namun yang membedakannya adalah berdasarkan sebuah riset, NSAID terbukti lebih efisien dan memiliki efek samping yang rendah.

Namun, perlu diperhatikan juga bahwa obat anti-inflamasi nonsteroid selain memberikan suatu kenyamanan tetapi dibalik itu, terdapat berbagai macam efek samping yang dapat membahayakan sistem organ dalam tubuh manusia, walaupun dapat dikatakan bahwa obat anti-inflamasi jauh lebih aman dibandingkan obat anti-inflamasi steroid. Adapun efek samping dari obat anti-inflamasi nonsteroid yaitu:
  1. Peningkatan resiko kekambuhan pada penderita penyakit asma. Mengapa bisa kambuh? Ini dikarenakan jalur siklooksigenasi terhambat, sehingga menyebabkan proses metabolisme jalur lipooksigenase menjadi meningkat dan produksi dari leukotrine meningkat, bila produksi dari leukotriene terlalu berlebihan maka akan menyebabkan bronkokonstriksi. Oleh sebab itu, obat ini tidak dianjurkan untuk para penderita asma.
  2. Pendarahan pada Tromboksan yang dibentuk COX akan terhambat sehingga menyebabkan darah menjadi lebih encer dan tidak akan terjadi proses pembekuan darah. Ini sangat tidak dianjurkan bagi para penderita demam berdarah.
  3. Adanya potensi gangguan gagal ginjal dan lambung, ini dikarenakan obat anti-inflamasi non steroid menghambat produksi dari COX-1 dan COX-2. Padahal kedua senyawa tersebut berguna dalam memproteksi ginjal dan lambung. Sehingga besar kemungkinan terjadi gangguan pada ginjal dan juga lambung.
Yang kedua adalah obat anti-inflamasi steroid, obat ini bekerja dengan menghambat enzim phospholipase A2 sehingga tidak akan terbentuk asam arakidonat. Asam arakidonat sendiri adalah bakal prostaglandin sehingga apabila asam arakidonat tidak dapat diproduksi, akan menyebabkan prostaglandin tidak diproduksi juga. Sama halnya dengan obat anti-inflamasi nonsteroid,obat ini juga memiliki efek samping namun lebih berbahaya dibandingkan nonsteroid.Efek sampingnya yaitu: dapat menyebabkan penyakit moon face, hipertensi, osteoporosis, cushing, dan lain-lain.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Radang
https://www.kompasiana.com/andreannatajaya/59ef3ef3ed4ed64c25687192/lebih-baik-nyeri-untuk-masa-depan-otot-yang-lebih-baik?page=all

 
Disqus Comments